Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

11 Mar 2015

Engrang bisa tingkatkan kecerdasan

Menurut beberapa pakar: seseorang yang mampu menyeimbangkan belahan otak kanan dan belah otak kiri bisa lebih unggul dari yang lainnya.

Beberapa orang yang berkunjung ke acara Car Free Day,
Sedang mencoba engrang yang disediakan gratis oleh komunitas Gerakan kebangkitan permainan tradisional.
Otak kiri berfungsi dalam hal analitik, bahasa verbal, matematika, logika, angka-angka, urutan-urutan, penilaian, analisis, dan linier. Sedangkan otak kanan ini lebih mendekati ke otak perasaan, Senang, sedih, perubahan perasaan, marah.
Raymond Dart mengatakan bahwa kalau kita sering menggunakan dua anggota tubuh secara seimbang berarti kita telah menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan. Ia mengemukakan bahwa kordinasi dua sisi tubuh akan meningkatkan kesatuan dan keseimbangan penggunaan kedua belahan otak.

Ketika saya lihat orang bermain engrang, itu terlihat mudah. Tapi ketika saya mencoba memainkannya ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Inti permainan engrang adalah keseimbangan dan keharmonisan antara tangan dan kaki. Permainan engrang telah melatih kita menggunakan dua anggota tubuh secara seimbang, maka secara tidak langsung engrang telah melatih kita meningkatkan keseimbangan penggunaan kedua belahan otak. Hal inilah yang menurut saya engrang  bisa melatih seseorang menjadi pribadi yang lebih unggul.

14 Feb 2015

Saat donor darah

Manfaat donor darah bagi pendonor diantaranya:
1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.
Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun.


Sumber : unair.ac.id

4 Jan 2015

Manfaat berdiskusi

Pengertian dan Manfaat Diskusi
Diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar fikiran, baik dalam kelompok kecil maupun besar, mengenai suatu masalah. Berdasarkan asal katanya, diskusi berasal bahasa Latin, discutio atau discusium, yang artinya 'bertukar pikiran'.

Jenis diskusi
Menurut jenisnya, diskusi terdiri atas diskusi kelompok, diskusi panel, seminar, simposium, dan konferensi. Berikut ini penjelasan masing-masing.
1. Diskusi kelompok adalah diskusi yang melibatkan beberapa orang dalam suatu kelompok yang membicarakan masalah khusus untuk dicari jalan keluarnya.
2. Diskusi panel adalah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya jawab atau pembicaraan.
3. Seminar adalah pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang dalam rangka penyelesaian suatu tugas. Tujuannya untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang muncul selama pengerjaan tugas itu.
4. Siposium adalah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh panitia. Simposium juga dapat berarti diskusi yang berisikan serangkaian informasi yang akan di presentasikan oleh para pakar, dosen, peneliti, dan penentu kebijakan bidang tertentu.
5. Konferensi adalah pertemuan yang di selenggarakan oleh suatu organisai atau badan resmi sehubungan masalah tertentu.
Manfaat diskusi
Pelaksanaan suatu diskusi memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. meningkatkan kemampuan berfikir untuk mengatasi atau memecahkan masalah dalam suatu keterbukaan.
2. menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
3. melatih berfikir secara logis dalam menyampaikan argumentasi dalam diskusi.
4. mengembangkan keberanian dan percaya diri dalam bebicara di depan forum diskusi.

Sumber : http://sdn1-rantaujayaudik.blogspot.com/2014/01/penegrtian-dan-manfaat-diskusi.html

12 Okt 2014

Mengapa Tahun baru Islam kurang populer ...?

Beberapa hari lagi umat muslim akan memasuki  tahun baru hijriyah 1436 H bertepatan pada tanggal 25 oktober 2014. Sebagaimana dikutip dari Islam Pos "Tahun Hijriyah ini mulai ditetapkan pada zaman Umar  bin Khatab, beliau mengumpulkan para ahli untuk membicarakan darimana dimulainya tahun Islami. Hal ini terjadi kurang lebih pada 16 H atau 17 H. Maka sempat muncul berbagai pendapat, di antaranya: 1) Dihitung dari kelahiran Rasulullah. 2) Dihitung dari tahun wafat beliau. 3) Dihitung dari hijrahnya beliau. 4) Dihitung sejak kerasulan beliau.5) perang Badar. 6)Perjanjian Hudaibiyah. dan 7) Fathu Mekkah." Namun akhirnya Khalifah Umar bin Khattab memutuskan Tahun Hijriyah dimulai pada bulan Muharam.

Bulan Muharam ini juga termasuk salah satu bulan haram (Suci) atau bulan yang dimuliakan dalam islam oleh karenanya dalam bulan tersebut dilarang melakukan peperangan dan sangat dianjurkan melakukan kebaikan.

Namun saat ini tahun hijriyah sudah kurang populer dibandingkan tahun masehi, khusunya dikalangan generasi muda muslim. Sebagian masyarakat muslim Indonesia lebih antusias dalam menyambut tahun baru masehi. Semakin lama hal ini bisa mengakibatkan pudarnya pengetahuan sejarah islam pada generasi penerus bahkan bisa jadi hilang. Hal tersebut bisa jadi disebabkan kurangnya syiar dari kalangan muslim atau bisa jadi kelirunya pendekatan syiar yang dilakukan kalangan muslim saat ini.

Penulis berpendapat Tahun baru Islam harus tetap digaungkan melalui kegiatan/acara yang sewajarnya dan tentunya tidak bertentangan dengan syariat. Kenapa . . . ? karena hal ini sekaligus sebagai syiar demi membangkitkan semangat islam dan kebanggaan terhadap islam itu sendiri.

Dahulu Wali Songo berhasil melakukan syiar Islam di Indonesia melalui pendekatan seni musik Gamelan yang mampu menarik hati masyarakat pada saat itu. 
Nah, menurut pembaca untuk zaman sekarang Syiar dengan metoda pendekatan seperti apa yang cocok dan dapat menarik hati kaum muslim khususnya dan masyarakat pada umumnya.?