Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

7 Mar 2015

Hubungan minat baca dengan kemajuan suatu bangsa

Sumber daya manusia (SDM) merupakan ukuran maju tidaknya suatu bangsa. Tanpa SDM yang berkualitas, suatu bangsa tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam era globalisasi. Kualitas SDM Indonesia menurut banyak kalangan masih rendah dan mengalami proses penurunan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor penyebab rendahnya indeks pembangunan manusia di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan, yang juga berpengaruh langsung pada sektor ekonomi dan kesehatan. Keadaan tersebut lebih diperburuk dengan masih dominannya budaya tutur (lisan) dari pada budaya baca. Budaya ini menjadi kendala utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat yang seharusnya mampu mengembangkan diri dalam menambah ilmu pengetahuan secara mandiri melalui membaca. Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua pihak dalam pengembangan minat baca, baik dikalangan pelajar maupun masyarakat." (dikutip dari : Khotijah Kamsul)

Oleh sebab itu BPK Oi Jakarta Selatan melalui kelompok Oi Stala dan Oi Robot bernyawa 2, mencoba mendukung amanat undang - undang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa lewat "Taman Baca Terbuka". Taman baca Oi Kelompok ROBOT BERNYAWA terletak di taman spatodea atau biasa disebut taman miring yang berlokasi di dekkat PUSKESMAS Jatipadang Jagakarsa, buka setiap hari minggu pagi pukul 08.00 - 10.00 sedangkan Taman baca Oi Kelompok Stala terletak ditaman seberang kampus ISIP (Jalan Raya Lenteng Agung) buka setiap minggu sore pukul 16.00 - 18.00.

Ayo dorong putra - putri kita, adik-adik kita, saudara-saudara kita atau siapapun untuk gemar membaca.


14 Feb 2015

Saat donor darah

Manfaat donor darah bagi pendonor diantaranya:
1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.
Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun.


Sumber : unair.ac.id